pernah tersenyum, saat masih kukenakan pakaian putih biru
pernah tersenyum, saat jilbab katun masih jadi trendi
pernah tersenyum, saat kualihkan tatap saat pertama bertemu
tapi tidak pernah tersenyum karena Kaumiliki
Dulu terkenal kata kamu, aku, dan dia
Dulu lagi jaman sinetron cinta segi tiga
Dulu selalu ada musik saat berkumpul bersama
Tapi dulu tak pernah Kamu yang kupuja
hingga saat kukenakan rok abu-abu
hingga saat Kau takdirkan dia dan aku bertemu
hingga saat mataku berani beradu
aku masih belum betul-betul mengenal-Mu
Aku mulai bisa merasakan kehadiran-Mu
Aku mulai bisa merasakan kekuatan-Mu
Aku mulai bisa merasakan indahnya anugerah-Mu
Aku mulai mencari-Mu
Aku ingin cinta-Mu
Aku ingin sayang-Mu
Aku ingin surga-Mu
tapi kulupa bercermin, bisakah aku hanya cinta pada-Mu ?
by: D-1 (2012)
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 November 2012
Minggu, 25 November 2012
Bulan Yang Tersenyum
Mengarungi jalan dengan kegelapan
Menyisihkan lengan baju yang terkoyak
Kutatap malam dalam kegelapan
dibalik tirai yang rusak
berbisik suara dalam hati
"kapan bulan muncul?"
seketika, malam gelap berubah terang
perputaran bumi serasa kian cepat
hingga awan bagai roda
yang menggelinding di udara
Bulan muncul !
bahkan tersenyum padaku
menyemangatiku, dan berkata,
"DALAM GELAPMU TETAPLAH TERANG,
DALAM SEDIHMU TETAPLAH SENANG,
DAN DALAM TANGISMU TETAPLAH TERSENYUM"
Sobat :D
by: D-1 (2007)
Menyisihkan lengan baju yang terkoyak
Kutatap malam dalam kegelapan
dibalik tirai yang rusak
berbisik suara dalam hati
"kapan bulan muncul?"
seketika, malam gelap berubah terang
perputaran bumi serasa kian cepat
hingga awan bagai roda
yang menggelinding di udara
Bulan muncul !
bahkan tersenyum padaku
menyemangatiku, dan berkata,
"DALAM GELAPMU TETAPLAH TERANG,
DALAM SEDIHMU TETAPLAH SENANG,
DAN DALAM TANGISMU TETAPLAH TERSENYUM"
Sobat :D
by: D-1 (2007)
Langganan:
Postingan (Atom)